GlobalFund Trading Xchange sp. z o.o.Przemysłowa 1C, Lubin, Polandia
+48 76 841 50 87Kontak

GlobalFund Trading Xchange dan PT Bengkulu Mandiri Menjalin Pakta Perdagangan Biomassa untuk Energi Terbarukan Eropa

GlobalFund Trading Xchange (GFTx) dan PT Bengkulu Mandiri meneken pakta perdagangan biomassa untuk mempererat hubungan energi terbarukan Indonesia dan Eropa.

Seremoni penandatanganan GFTx dan PT Bengkulu Mandiri
GFTx dan PT Bengkulu Mandiri menandatangani pakta perdagangan biomassa untuk mempererat hubungan energi terbarukan antara Indonesia dan Eropa.

Pada 14 Januari, di Hotel Wyndham Casablanca, Jakarta, GlobalFund Trading Xchange (GFTx) dan PT Bengkulu Mandiri menandatangani perjanjian dagang senilai USD 150 juta per tahun. Kerja sama ini bertujuan membangun koridor biomassa berskala besar yang menghubungkan Uni Eropa, Asia, dan Indonesia. Selain itu, GFTx juga menjajaki kerja sama dengan Pelindo dan KAI untuk memperoleh manfaat tambahan.

Pokok-pokok perjanjian atau Heads of Agreement (HOA) tersebut mencerminkan cita-cita bersama untuk memproduksi atau mengumpulkan jutaan ton biomassa bagi Eropa dan Indonesia. Presiden Direktur GFTx, Antonio Roel Storm Gumaru, menekankan potensi penguatan timbal balik antara Eropa dan Indonesia yang akan meningkatkan ketahanan energi sekaligus ketahanan pangan.

Antonio menambahkan bahwa HOA ini akan membuka ruang bagi kedua pihak untuk saling memperkuat, sebab Eropa juga mengekspor biji-bijian ke Asia, khususnya Indonesia, sebagai bagian dari ketahanan pangan; di sisi lain, ekspor biomassa dari Indonesia dan Asia akan memberikan ketahanan energi bagi Eropa.

Visualisasi koridor biomassa
Visualisasi koridor biomassa
Rincian kemitraan GFTx dan PT Bengkulu Mandiri
Rincian kemitraan GFTx dan PT Bengkulu Mandiri

Saud El Hujjaj, Presiden Direktur PT Bengkulu Mandiri, menyambut baik program Hub Logistik Biomassa dan Pangan UE-Asia serta menyoroti peran HOA dalam mengoptimalkan pengelolaan limbah dan rantai pasok biomassa. Perjanjian ini mendukung transisi Indonesia menuju energi hijau, selaras dengan target Eropa.

Antonio juga menyinggung lonjakan permintaan biomassa di Eropa akibat gejolak geopolitik yang mengganggu pasokan energi konvensional. Peralihan Eropa dari batu bara membuka peluang bagi industri kelapa sawit Indonesia untuk menawarkan solusi yang berkelanjutan. Inisiatif GFTx ini bertujuan merebut pangsa pasar yang signifikan sekaligus membantu menjaga ketahanan energi Eropa.

'Eropa mulai meninggalkan batu bara; negara-negara seperti Denmark dan Norwegia sudah tidak lagi menggunakan batu bara. Artinya, pada dekade ini kebutuhan biomassa akan mencapai puluhan juta ton per tahun. Keunggulannya, Indonesia memiliki industri kelapa sawit yang menghasilkan jutaan bahkan puluhan juta ton limbah atau residu, sehingga alih-alih terus menebang pohon, mengirim residu kelapa sawit ke Eropa adalah solusi yang baik,' kata Antonio.

Saud menegaskan komitmen PT Bengkulu Mandiri untuk mengoptimalkan logistik dan infrastruktur di Indonesia. Rencana tersebut mencakup penyaluran dana di muka kepada produsen dan pemasok guna memperlancar pengumpulan serta pengangkutan bahan baku biomassa.

Ketika ditanya seberapa besar permintaan biomassa di Eropa, Antonio menjawab bahwa permintaan itu mendesak dan sangat besar, karena Eropa tengah bergerak cepat mengalihkan sumber energinya ke energi terbarukan.

'Pada 2025 hingga 2030, misalnya, permintaan Polandia saja akan mencapai 50 juta ton biomassa selama 5 tahun tersebut. Besar kemungkinan produk biomassa seperti cangkang sawit atau biomassa lainnya dapat merebut hingga 20% pasar, sehingga ada ruang bagi kami untuk ikut menopang ketahanan energi mereka. Save The Tree, Gift from Indonesia,' tambah Antonio.

Kedua pihak menyadari adanya saling ketergantungan antara Eropa dan Indonesia, dan berupaya mendorong pembangunan bersama melalui kemitraan bersejarah ini. Sumber: kontan.co.id

Semua berita

Berita & wawasan

Berita lainnya dari GFTx

Semua berita